Saat ni, aku pengen banget nangis. Ok.... aku emg menangis, tp di dalam hati tnp bisa ku keluarkan airmataku agar ibu dan adikku tidak melihat bahwa aku terpukul dan kecewa..
Hari ini aku sangat kecewa, sesuatu yang ku anggap sebagai jalan, ternyata jalan tersebut anjlok dan tidak bisa menyambungkanku dengan tujuanku..
Usiaku sudah 31 tahun 7 bulan, hampir 32. Tidaklah muda dan sudah pantas berkeluarga. Aku sangat ingin berkeluarga, paling tidak memiliki teman dekat. Teapi sampai saat ini ga ada satupun yang dekat denganku.
Beberapa tahun lalu aku kembali bertemu dengan seorang teman lama dan jatuh cinta padanya, perasaan itu naik turun hingga saat ini aku masih mencintainya tanpa ia tahu perasaanku..
Pernah kutanyakan mengenai perasaanku ini pada bi tua, ia bilang kami bisa dan cocok, tapi toh perasaan kami ga pernah bertemu.. Lalu ku bertanya pada Pak Kaban mengenai pasangan hidup, saat ia mendoakanku muncullah wajah pria yang ku sukai itu begitu dekatnya dan Ia mengatakan kami pasti jadi, pria itu suka padaku tapi malu karena kecuekanku..Saat itu aku senang sekali mendengar penuturannya, tapi sampai saat ini tiada jawaban. Dimanakah Tuhan?? malah beberapa hari setelah aku bertemu pak kaban, aku selisih paham dengan orang yang ku suka..
Sejak september 2011, ibuku sering kontak dengan seorang keluarga dr Beganding. Dia keluarga bapak dan statusnya impalku. Ia ingin menjodohkan anaknya denganku. Ditambah sepupuku (kak hermina jg ikut ngomporin). Berulang kali mereka menanyakan apakah mamak sudah menanyakan kesediaanku. Hingga akhirnya tgl 28 desember 2011, saat ngantar bunga ketempat bapak, abang itupun diundang.
Dan... tersirat betapa inginnya ia menjodohkan anaknya dengan ku khususnya.. Kak Hermina pun saat itu bertanya padaku apakah aku bener mau, jgn sampe abang itu kecewa. Dan jawabku saat itu, biarkan kami bertemu dan kenalan dulu baru bisa menjawab. Lalu katanya anak itu akan datang hari itu, tapi tunggu punya tunggu ternyata ga ada nongol batang idungnya hari tu.... dan.. sedikit kecewa + penasaranlah diriku.
Tanggal 1 januari abang itu telpon dan bilang mo maen ke pakam...
Dan Hari ini dia, istri dan anaknya itu datang... Anaknya cukup menarik tapi ternyata usianya jauh terlalu muda buatku.. Apa sih yg ada di benak abang itu selama ini??
Sayang sekali rasanya, coba jika perbedaan usia tak sejauh itu, pasti aku seneng banget..
Sekarang aku ga tau gmn semua akan berjalan.. Apakah lanjut atauu bhenti sampe disini...
Aku hanya bharap Tuhan secepatnya buka jalan dan kasihan ma aku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar