Minggu, 10 Agustus 2014

Renunganku hari ini (Mat 17:24-27) - Iman

Yang spesial bagiku adalah ayat 24 Yang isinya :
"Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

 Isi nats alkitab ini sebenarnya mengenai membayar pajak, tetapi aku melihat Tuhan mengajari aku tentang beriman. Yesus meminta Simon Petrus untuk menangkap ikan lalu membuka mulutnya dan mengambil 4 dirham yg ada di mulut ikan itu. Sebenarnya dengan kuasa yang di miliki-Nya, Yesus ga perlu membuat Petrus jadi serepot itu, Ia bisa aja melakukan mukzizat dengan memberi 4 dirham itu langsung saat itu juga. Tetapi Yesus dalam firman ini mau mengajarkan bahwa Ia mau aku percaya, sungguh beriman pada-Nya. Mungkin perjalanan hidupku sulit, aneh, tanpa harapan, tapi apakah aku masih mau percaya pada-Nya? Bisa aja Ia segera menjawab semua kebutuhanku saat ini, tetapi Ia ingin aku dekat dan percaya pada-Nya. Jika semua mudah dalam hidup, maka aku akan cenderung melupakan-Nya dan Ia tidak mau itu terjadi, Ia ingin aku dekat dengan-Nya. Seperti Petrus yang melakukan apa yang diperintahkan oleh Gurunya, karena ia percaya kepada Yesus. Maka aku juga harus percaya bahwa Tuhan akan peliharaku dan keluargaku. Jangan takut, percayalah pada Allah yang empunya hidup.

Masukan dr website sebelah
Ini menunjukkan iman yang hebat! Cobalah renungkan: andaikata saudara yang mendapat perintah yang begitu tidak masuk akal, maukah saudara mentaatinya?
Dalam hidup kita, Tuhan sering menyuruh kita untuk melakukan hal-hal yang bagi kita merupakan suatu yang tidak masuk akal. Tetapi kalau itu betul-betul perintah Tuhan, Ia sendiri akan bekerja sehingga yang mustahil itu bisa terjadi. Beranikah / maukah saudara taat pada perintah Tuhan yang rasanya tidak masuk akal? Iman memandang kepada Tuhan yang maha kuasa, dan bukan pada kemustahilan / ke-tidak-masuk-akal-an perintahNya!
Sekarang hidupku ga masuk akal, utang banyak, sakit di tubuh, kebutuhan rumah dan lainnya, jalan keluar yg aku harapkan dari anak kos terasa buntu. Tetapi apakah aku yakin semua bisa terpenuhi? 
Disinilah Tuhan mempertanyakan Imanku, percaya tidaknya aku pada pemenuhan dan berkatnya?

*Tuhan Yesus, aku lemah, penakut, penuh kebimbangan. Aku pemarah, tidak tahu bagaimana baiknya menjalani hidup. Aku terlalu memikirkan segala sesuatu dalam ketakutan dan memikirkan orang lain dan efeknya pada diriku. Aku sendiri sampai ga ngerti apakah ini benar atau salah. Engkau tahu apa dan bagaimana diriku, maka tolonglah aku Yesus yang  baik. Kasihani dan dampingilah aku yang ga berdaya ini. Amin. I love You Jesus.

Jumat, 13 Desember 2013

13-12-2013

Selamat ulang bulan anakku Jophiel Nathanael Elthara Ginting, i love you so much sweetheart.
Hari ini 2 bulan sudah usia mu. Semakin hari semakin lucu, menggemaskan tapi juga menyebalkan.  Sekarang kam udah bisa senyum, tertawa, cerita, dan walaupun ga tau mamanya apa yg kam bilang, tapi kita seolah-olah nyambung. Trs kalo mama bilang "gimana suara nangisnya Jophiel? Trs mama praktekin, kam tertawa bahagia banget. Senang sekali mama melihatnya. rasanya pingin gigit kam aja. hehehe..
Tapi nyebelinnya karena kam kalau bangun ga mau dibiarin sendiri, mo nya ditemeni dan diajak ngobrol terus. padahal mama capek. Untung sekarang ada ribu dirumah kita sehingga mama sangat tertolong dalam mendampingi Jophiel.
Flashback 2 bulan yang lalu, tanggal 9 Oktober 2013, mama dan Bapak ke dokter Paulus, dokter kandungan mama. Dia bilang mama harus di operasi karena kam terlilit tali pusar. Tanggal 11 bisa dilakukan, begitu kata beliau. Deg... mama rasanya lemes mendengar hal itu karena mama pengen ngelahirin kam secara normal. Lalu mama dan Bapak tanya informasi sana-sini dan besoknya (10-10-2013) kami ke dokter yg lain. Ada dua dokter yang kami jalani, yakni dokter Fitri dan Dokter Surbakti. Dan semua punya prediksi yang berbeda. Bukannya tenang, malah mama dan Bapak semakin bingung. Ini gimana nantinya. Lalu tanggal tanggal 11 pagi, bangun tidur mama dan bapak jalan pagi ditemani anjing kita si Hachi. Kebetulan di rumah sudah ada ribu dan biring krn mereka pikir tgl 11 itu mama memang jadi operasi. Pulang dari jalan pagi, perut mama udah ga enak. Semakin siang perutnya semakin mulas, tapi mama bawakan beraktivitas. Semakin sore semakin sakit, akhirnya ribu telpon Bapak yg kebetulan hari itu jaga pagi. Ribu tanya bisa ga bapak kita pulang lebih cepat krn mama drtd udah merasa ga nyaman. Sbenarnya sih ribu yang jauh lebih panik daripada mama.
Setelah bapak pulang kerja, akhirnya diputuskan mama ke rumah sakit aja dulu buat periksa, sebenarnya apa yg terjadi dengan mama. Sampai di rumah sakit ternyata mama udah bukaan 4. Senang sekali rasanya karena ada kemungkinan kam lahir normal. Jujur aja anakku, uang bukan hal yg mudah buat kita. Memang mama udah ada pinjam uang di sekolah, tp jk bs normal kan ga harus mahal. Karena udah bukaan 4, mama ga dibolehin pulang lagi, akhirnya ribu, biring dan pak tengah aseng pun datang. Sampai jam 9 malam mama udah bukaan 6, semakin senang rasanya walaupun sakitnya juga minta ampun.

Minggu, 28 Oktober 2012

    It's not easy to write this message to you, coz honestly i don't like you. Karena buat aku, kamu hanyalah perempuan egois yg ingin dimengerti dan merusak hubungan orang. Dan aku sungguh" ga ngerti kenapa kamu sebegitu ga sukanya ke aku, padahal aku sama sekali ga pernah ganggu kamu atau mengambil milik kamu bahkan kenalpun kita engga. Kemarin" aku masih menghargai tali persaudaraan kamu dengan Loren, bukan sebagai mantannya. Karena Loren pernah cerita bahwa stelah ortu kamu ga ada, maka bibilah yg kamu anggap ortu maka selama ini sejengkel apapun aku ke kamu dan aku tahu kamu emang sengaja ngebuat aku jengkel tapi aku ga pernah ngajak kamu konfrontasi secara langsung.Selain itu aku perempuan yg pny harga diri dan malu aja teriak berantem ma cewe lain meskipun via telpon doank. Sampai kejadian minggu lalu dimana kamu ngerasa diperlakukan ga adil pdhl kamu yg cari gara" maka emosikupun lepaslah. Buat aku mantan itu not friends, not enemies, just stranger with some memories. Dan aku merasa wajar kalo aku ga suka ada perempuan lain yg suka curhat ke pasanganku karena dari awal kami ingin ngejalani sesuatu yg serius bukan sekedar kencan buang waktu. Sementara kamu juga mungkin masih merasa punya hak tuk diperhatikan dan didengarkan oleh Loren shingga kamu ga suka kalo aku memonopoli dia. Padahal menurutku sih, hak itu udah ga kamu miliki lagi. Karena itu dr dulu kamu jadi jengkel dan menganggapku terlalu cemburuan kan?
   Yang repotnya, saat aku bangun dr diamku terhadap sikap kamu yg usil itu & sedikit membalasnya, kamu ga siap menerimanya dan akhirnya merasa kamu orang yg malang krn ga punya ortu lg, menyalahkanku lagi dan marah juga ke Loren krn membelaku. Tapi pernah ga Henny koreksi diri juga dan ga selalu melempar kesalahan ke orang lain? Pernah dengar pepatah ga ada asap maka ga ada api?

  Tapi untuk memendam amarah dan dendam terus menerus aku juga merasa ga layak, karena aku diingatkan bahwa Tuhan ga pernah mendendam padaku, bahkan Ia udah di hina, disakiti tp tetap mengampuni. Aku yg jatuh bangun dalam dosa & kerap mengecewakan-Nya tetap Ia kasihi & berkati hari lepas hari. Makanya aku merasa ga layak membenci kamu yg adalah juga anak yg Ia kasihi. Kemarin aku membahas tentang kamu dgn Loren, dan Ia memintaku untuk ga jadi perempuan pendendam. Aku yg mengarahkan & memintanya tuk dekat dengan Tuhan malah dia yg akhirnya mengajari aku tuk mengampuni dengan mengingatkanku akan doa Bapa kami. Awalnya sih aku ga mo tau, pokonya bertahan dgn ketidaksukaanku. Tapi hari ini, melihat dia berusaha keras melakukan hal yang aku ingini dan melakukan hal" yg selama ini jarang sekali ia lakukan, makanya akupun memutuskan untuk melakukan hal yg ia minta. Yaitu ga mjd perempuan pendendam termasuk ke kamu. Aku hanya bisa menawarkan niat baikku, kalo kamu msh menggunakan cara pikir yg selama ini dan tetap memilih ga menyukaiku, itu hak kamu.
  Mengenai peristiwa minggu lalu, aku rasa aku bukan org yg sk ikut campur urusan orang. Tapi krn Loren calon suamiku, bukankah aku berhak tau mengenai utang itu dan apakah msh ad hal lainnya kan? Tapi jwbn km yg nyeleneh memaksaku tuk mbalasmu & kamu jd terluka sendiri.. Dan yg perlu kamu tau, sms dr nmr Loren yg mnt nmr rekening itu dan menurutmu ga sopan adlh kata" dr Loren sendiri. Awalnya aku mo buat kata" yg halus, tp dia blg ngapain sih basa-basi banget dan akhirnya kami krmlah sms itu. Jd jgn blg aku ga tau sopan santun ya.
 Trs di SMS yg km krm ke Loren sabtu lalu km blg "bg, q hrn x lht skap mu sma q. ntah apa z lh yg udah qw blankin ttg q sma cewe mu tu mka nya dia brani nuduh q yg gak2. tlg jgn qw bwt q jd tmbah mdrita n sedih, apa krn q da gk pnya org tua lg mknya qw bwt q kyek gne? jgn qw slh kn klw nnti q jd pengrusak hub mu dgn dia ntah gmn pun cra nya tu, krn q da mrasa dpermainkn sma mu.."
Wkt baca sms kamu, aku yg minta Loren tuk telpon dgn tujuan agar kita bicara baik" dan ga ada lglah permasalahan yg itu terus kedepannya krn kami mo menikah. Tapi dr awal sampai akhir kamu ngomel terus dan akhirnya malah semua jd berantakan krn aku jg jd emosi dengerin ocehan kamu dan maksa Loren ngasih HP dia.
Tapi yg mau aku sampaikan adlh Loren ga pernah mempermainkan kamu aplg dgn sengaja buat km menderita dan sedih dengan menjelekkan kamu ke aku & sama skali ga ad hubungannya dgn tiadany lg ortumu. Justru krn dia kasihan ma kamu dan tahu bhw kamu membutuhkan bibi makanya selama ini dia brusaha menenangkanku spy ga membalas kamu. Selalu mengatakan tuk cuekin kamu. Oleh krn itu jg mk dulu aku krm pesan ke kamu via FB, spy km jgan usil terus krn suatu saat kita bakal jd sodara dan ga enak aja kalo menyimpan amarah. Tapi kamu ga bls pesanku malah cerita ke Loren yg intinya kalo aku sok akrab dan sok menasehati. Saat aku komen pesan dindingmu ke Loren yg ngajak STM-an kamu jg blg ke dia kalo aku tll ikut campur. Itu yg aku maksud bhw kamu brusaha jelekin aku Ke Loren. Dari cara kamu ngomong di telpon minggu lalu juga bs dilihat ko klo km ngejelekin aku. Brarti selama ini begitu jugalah. Hny mgkn km ga sadar klo km udh ngelakuin hal itu. Dan yg aku ga respeknya, kamu ga berani ngomong ke aku langsung tp malah nyeritain ke Loren. Selain itu Loren juga ga pernah jelekin kamu ke kakak dan bibi. Waktu itu krn kamu selalu cari gara" mk aku tanya ke kakak siapa sebenarnya kamu dan gmn posisi kamu. Sedangkan sama bibi, krn aku sering bete dengan ulahmu sedangkan kami udh ketemu oragtua maka Loren yg meminta bibi bercerita mengenai kamu & gmn akhirnya sampai kamu srg maen ketempat mereka.
Dan aku ga ada nuduh kamu yg engga", ntah apa alasanmu berkata sperti itu. Apa karn aku blg jgn merendahkan dirimu sendiri? Kalo menurutku sih, emang hanya perempuan rendah dan egois yg hny memikirkan kesenangannya dan ga menghargai perasaan orang lain. Dan km ga  mhargai aku. Krn kamu srg berulah smentara kamu tahu kami jalan mkny aku blg sperti itu. Aplg kamu ngajak dia STM-an pdhl tau dia pny pasangan kan kesannya (maaf) murahan gitu. Aku mana tau kmu serius ato becanda, aku hny mnilai dr yg aku amati.
Lalu kenapa aku blg kamu msh suka ke dia, krn klo kamu udh ga ada rasa, dengan siapapun dia jalan maka kamu ga akan berusaha mengganggu aplg dengan sengaja membuat pasangan barunya jengkel. kan Udh pd ngejalanin hidup masing". Aplg denger" km mo nikah, masa org mo nikah tp curhatnya gak ke kepsangannya malah ke mantannya.

Kamis, 25 Oktober 2012

buat loe

Halo, gimana kabarnya? Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu. Untuk mengirim pesan ini aku cukup bergumul antara egoku yg merasa aku ga bersalah dan bener" ga bisa memahami cara berpikir kamu yg menurutku mau benar sendiri dengan saat teduh yg aku lakukan beberapa hari lalu dmn aku ditegur setelah baca kitab Efesus 4:17-32 mengenai manusia baru. Aku bukan sok religius, tp aku hnylh seorang yg belajar untuk takut terhadap ajaran yg aku terima. Disini aku hanya berusaha sharing bukan sok menasehati atau mengajari seperti tanggapan kamu terhadap pesanku yg terdahulu. Aku berharap kamu bisa menanggapi dengan hati & kepala yg dingin dan jangan hanya melihat bahwa kamu terluka, tp lihat jg apakah orang lain terluka dan bisa menerima apa yg kamu lakukan. Yang pasti niat aku dr awal itu baik, tapi jika kamu masih memilih untuk menggunakan konsep berpikir kamu selama ini & kita ga sama" koreksi diri, maka selamanya hati kamu akan dikuasai amarah.
                Awal aku dan lorensius memutuskan untuk serius saling mengenal, ia terbuka tentang mantan"nya termasuk kamu yg juga adalah impalnya. Masa lalu ga bisa diubah, yg penting kedepannya seperti apa. Tiba-tiba kamu nongol dgn sms yg mengindikasikan keakraban. Coba kalau posisi kita dibalik, apa kamu ga bertanya" kenapa mantannya masih sok akrab gitu? Lalu berikutnya kamu melakukan hal yg sama lagi dan waktu itu dia ngomong kasar ke kamu dan aku akhirnya kirim pesan via Fb ke kamu. Melalui pesan itu aku berharap kalian jgn saling sakit hati krn kalian adlh saudara. Tapi ternyata kamu menanggapi bahwa aku sok akrab dan sok menasehati. Seperti kata pepatah, niat baik ga selalu direspon dengan baik oleh orang lain. Kedepannya, tingkah kamu sering menjadi permasalahan diantara kami. Sampai aku pernah bilang ke Loren, mungkin kamu menyesal berpisah dgnnya dan meminta dia kembali menanggapi kamu. Tapi dianya ga mau dan ga suka dgn omonganku itu. Awalnya aku berpikir kalo aku yg terlalu cemburu, tapi lama kelamaan aku merasa ada unsur kesengajaan bahwa kamu memang mencari gara" denganku. Untuk alasan apa, itu yg aku ga ngerti. Aku berpikir Lorensius itu bukan siapa" kamu lagi jd aneh aja kalo kamu berharap dia bisa memperlakukan kamu seperti dulu & siap mendengar semua keluhan kamu, apalagi kata dia kamu udh pnya cowo bahkan mo nikah jg. Kenapa sharingnya ga sama cowo kmu aja? Dan dia jalan denganku, jd aku berhak untuk tidak suka jika ia meladeni kamu. Jika karena kamu menganggap dia sbg abang sehingga sering kontak dia, aku berpikir lagi, adik mana sih yang ga memikirkan kebahagiaan abangnya? Kenapa malah menyulut kesalahpahaman dalam hubungan yg sedang dijalani abangnya tsb. Apalagi sampe ngajak STM-an??
Jadi aku menyimpulkan bahwa kamu mngkn masih ada rasa ke dia tp ga diakui oleh egomu atau kamu perempuan egois yg masih ingin menuntut apa yg tdk menjadi haknya lagi. Karena terganggu oleh sikap kamu, mkny aku tanya ke kakak siapa kamu sebenarnya dan apa hubungan kamu dgn lorensius. Dan aku berani bertanya krn saat itu hubungan kami udh pd tahap memang berpikir untuk menikah.
Lalu setelah orangtua kami bertemu dan loren juga sepertinya jenuh jika kami harus terus berselisih karena kamu, makanya dia meminta bibi untuk menjelaskan siapa kamu dan bagaimn posisi kamu dan loren juga akhirnya jg blg ke kamu kan tuk ga usil lagi hingga akhirnya FB kami kamu blokir.
Jadi Loren ga pernah jelekin kamu ke aku ataupun ke bibi seperti yg km smskan ke dia itu. Justru sikap kekanakan kamu yg membuat semuanya jd seperti ini. Karena kamu ga bisa menghargai keberadaan orang lain yg dlm kasus ini adlh aku. Dan aku ga pernah nuduh kamu yang engga". Kenapa aku bilang kamu jangan merendahkan diri kamu sendiri, krn menurut aku hanya (maaf ya) perempuan rendah yg hny memikirkan diri sendiri tnp memikirkan perasaan perempuan lain. Dan kenapa sampai perkataan itu muncul krn kamu yg memulai saat aku btanya baik" apakh msh ada barang atau uang kamu di loren tp jawaban kamu sengaja berusaha mbuat aku kesal.
Kenapa aku bilang kamu berusaha jelekin aku ke Loren; waktu menerima pesan FBku kenapa kamu ga langsung aj blg ke aku bhw aku sok begini atau begitulah tp malah memilih mengatakan hal tersebut ke loren. Kenapa kamu merasa aku sok ikut campur saat mengkomen pesan dindingmu ke Loren? Wajar kan henny aku melakukannya karena dia pasanganku dan kami menjalani hubungan serius bukan hanya sekedar kencan buang waktu. Bahkan waktu telpon kemarin aja jelas kamu terus menyalahkan aku dan saat loren membelaku kamu pun akhirnya membenci dia juga. Jika aku bertanya kpd loren kenapa kamu telpon dia lagi lalu dia menjelaskan tentang uang kamu itu ke aku, itu adalah hal wajar karena kami berkomitmen mau menikah jd emang harus slg terbuka kan? Dan tentang sms yg meminta nmr rekening itu adlh kata" dr Loren, bukan aku. Awalnya aku mo pake kata" yg sopan, tp loren bilang ngapain terlalu berbasa-basi makanya akhirnya kami kirimlah sms itu. Jd jangan pernah mengatakan aku ga tau sopan kalo km ga tau kejadiannya.
Malam itu, setelah kami membaca sms kamu, aku yg blg ke Loren tuk telpon kamu. Sampai pusing cari pulsa dimana krn kebetulan pulsa dia habis. Tujuannya supaya masalah ini jgn berkepanjanganlah & kamu ga perlu bawa" ketiadaan ortu kamu lagi ke masalah yg awalnya sepele itu tp akhirnya jd besar. Tapi dr awal sampai akhir kamu mengumbar kemarahan kamu dan ga ngasih orang kesempatan tuk bicara. kamu berharap Loren mengerti pribadi kamu, tp ga semua org bs ngertiin kamu. Ada kalanya kamu jg hrs mengerti orang lain. Hingga akhirnya aku pun kesal dan emosi.
Kalau dari awal kamu ga main" & ga cari gara" ke aku semuanya ga jd ky gini kan? Kalau kamu bersikap sopan tentu aku akan menghargai kamu. Tapi kamu bilang ke Loren klo aku yg ga sopan, padahal cara omong kamu ke aku kemarin jauh dr sopan.
Sampai saat ini aku benar" bingung kenapa kamu semarah itu ke aku dan Loren yg buntutnya kamu merasa diperlakukan tidak baik dan jd orang paling terluka padahal kamu yg awalnya melukai kami dengan cara kamu yg kamu bilang hanya main" itu.
Aku menulis semua ini krn Tuhan masih melembutkan hatiku. Dulu Loren pnah bilang sejak ortu km ga ada, bibi lah yg kamu anggap sbg ortu. Krn itu, slama ni wlpn jengkel aku ga mau konfrontasi scr langsung krn aku ga mau kamu ga nyaman jk kita harus bertemu atau jk kamu membutuhkan bantuan bibi. Terus terang, dengan perbuatan kamu minggu lalu itu aku ga mo tau soal itu. Kamu mo gimana bahkan hancur sekalipun itu bukan urusanku. Tapi aku ga mo munafik ky org farisi yg mengaku ber-Tuhan tp kelakuannya minus bahkan menyakiti orang.
     Henny, aku bukan tipe orang yg suka ikut campur dan tidak suka cari gara" sperti yg km blg di telpon wkt itu, bahkan aku cenderung cuek dgn urusan orang lain. Tapi Loren bukan orang lain, dan jika batas kenyamanan aku diganggu tentu saja aku akan melawan dan aku harus menang selama aku merasa aku benar dan tidak mengganggu orang lain. Dan aku ga pernah merasa mengganggu kamu atau mengambil apa yg jd milik kamu.
Dengan tulisan ini aku berharap akan ada hal baik yg terjadi. Dan kalau kamu semakin ga suka dgnku krn tulisan ini, ngomong aja langsung ke aku. Jangan seperti sebelumnya, kamu ga berani ngomong baik" ke aku tp malah marah" ke Loren. I believe that you a dult enough to face it all as a woman.

Minggu, 09 September 2012

Ceritaku Hari Ini

Setelah lama ga menulis apapun ttg kisah cintaku, hari ini aku mau menorehkan catatan lg di blog ini..
Hampir dua bulan aku menjalani hari serius dengan pertemuan yg cukup sering dengannya..
Maaf yah Mak, aku ga terlalu jujur dengan pertemuan yg sering ini. Maaf ya anak" krn mgkn aku jd kurang dekat dan kurang perhatian dgn kalian..

Hari ini Lorensius datang dan hari ini jg Janis yg kos disini menyatakan pindah tanpa kesopanan sedikitpun. Aku marah dan sedih. Marah krn tak ada sopan-santunnya dia dan sedih krn pendapatanku berkurang. Semoga ada jalan di bulan" kedepan, karena melalui merekalah aku berkecukupan..
Aku hanya bisa diam dan sedih krn perbuatan si Janis, aplg stelah semua yg aku lakukan demi membantu dia melalui tahap" sekolahnya. Awalnya si Loren diam aja, lalu akhirnya dia mngambil posisi tuk menghiburku.. dan menasehatiku.. Baik juga dia, begitu pikirku saat itu..

Beberapa hari ini aku menjalin komunikasi dengan mantan kekasihnya si Lorensius.. Aku selalu mendesaknya tuk mengatakan mengenai karakter pria tsb. Ia brusaha menolak tp akhirnya mau juga mengatakan ap yg ia tahu.
Malam ini kami bertelpon cukup lama dan ia menceritakan pengalamannya bsama lorensius dgn berapi" sekali. Sebenarnya ada perasaan bersalah krn aku sperti memanfaatkan dia tuk mngorek informasi pdhl ada kemungkinan ia msh punya rasa pd pria itu. hatiku berkata bhw dia spertinya msh pny rasa wlpn sedikit..
Perempuan itu menceritakan apa yg ia tau dan rasa. Dan aku jd merasa terlalu polos dan bodoh di hadapan pria itu.. Mana yg aku percayai, perkataan dan perbuatan si Loren dan perasaanku yg kemungkinan sedang dibutakan oleh perasaan atau perkataan wanita itu? Seolah" apa yg aku alami dan ap yg dikatakan oleh pria itu telah ia katakan dan lakukan juga pada teman baruku tersebut. Dengan kata lain aku bukan satu"nya.
Lantas ketulusan itu ada atau tidak yah??
Sepertinya aku harus menarik nafas dan mundur selangkah tuk melihat semua ini dulu. Dan aku emang sidikit menyesal karena udh terlalu terbuka kepadanya..
Maafkanlah aku Tuhan dan tolong bukakan mata hatiku. Amin..

Rabu, 22 Agustus 2012

Ceritaku Hari Ini (Tentang dia)

Sudah sejak lama aku mendoakan seorang pendamping dengan kriteria indah dalam hayalku.
Dan saat ini aku menjalin relasi dengan seorang pria yg sama sekali bukan kriteriaku. Dulunya aku berharap sahabatku yg akan diberikan Tuhan padaku, tapi ternyata engga...
Kenapa aku akhirnya mencoba menerima dia, hanyalah karena perlakuan lembut dan sabarnya. Apakah itu sebenarnya dia atau hanya kepalsuan, itu juga yg masih mejadi pertanyaanku saat ini.
Sebenarnya jika bisa, aku ingin mendapat kepastian hidup dr nya, tp yah apa sih yg pasti di dunia ini..
Dia sering berkata, banyak sekali yg aku khawatirkan, segala hal selalu yg terburuk yg aku bayangkan. Segala hal dipertimbangkan banget.. Yaahh.. bener sih apa yg dia katakan.. Tapi itu semua karena aku ingin hidupku baik dan aku belum bisa mempercayakan hidupku padanya. Pokonya binguuuuung deh..
Walaupun dia menyatakan keseriusannya, tp aku masih bertanya", 'Apakah dia emang jodoh dr Tuhan?' Jika ya, apapun kondisinya saat ini, kami pasti bisa berbahagia. Tapi jika dia bukan pilihan Tuhan, maka kami akan saling menghancurkan nantinya.. Apa yg harus aku lakukan?

2 Mei 2012, hari pendidikan nasional, hari ke 2 novena salam Maria-ku dan hari dimana Ibu Purba pertama sekali membicarakannya denganku. Sehari sebelumnya, kak Girik memperkenalkanku dengan Agoan, pria yg menurutny baik dan pekerja keras..

Senin, 20 Agustus 2012

Ceritaku Hari Ini

Hampir 20 hari ga menuliskan satu hal pun di blog ini.. Banyak hal yg terjadi selama 20 hari ini.
Ada perasaan yang berubah dari keras menjadi lembut, Ada perasaan berharap yg akhirnya hilang dibawa kenyataan.

Dear Sahabat,
Akhirnya sekarang aku mampu dgn sepenuh hati mengatakan bahwa perasaanku tentangmu udah hilang. Aku udh ga mikirin apalagi mengharapkanmu. Dan penyebabnya adalah saat teduh 2 Agustusku, dmn aku ga mau merusak kebahagiaanmu dengannya dan yang pasti adalah karena kehadiran sahabatku yg lain yg dengan tulus (sepertinya) memperlakukanku dengan penuh kasih.
Sahabat... mungkin untuk kedepannya isi hati dan pikiranku tentangmu tak akan tertulis lagi di blog ini. Aku udah melepas semua perasaanku padamu dan aku akan memulai lembaran baru yg lbh realistis dengannya. Karena aku mulai menikmati kebersamaanku dengannya dan aku bersyukur atas kasih Tuhan padaku melalui dia.