Halo, gimana kabarnya? Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu. Untuk mengirim pesan ini aku cukup bergumul antara egoku yg merasa aku ga bersalah dan bener" ga bisa memahami cara berpikir kamu
yg menurutku mau benar sendiri dengan saat teduh yg aku lakukan beberapa hari lalu dmn aku ditegur setelah baca kitab Efesus 4:17-32 mengenai manusia baru. Aku bukan sok religius, tp aku hnylh seorang yg belajar untuk takut terhadap ajaran yg aku terima. Disini aku hanya berusaha sharing bukan sok menasehati atau mengajari seperti tanggapan kamu terhadap pesanku yg terdahulu. Aku berharap kamu bisa menanggapi dengan hati & kepala yg dingin dan jangan hanya melihat bahwa kamu terluka, tp lihat jg apakah orang lain terluka dan bisa menerima apa yg kamu lakukan. Yang pasti niat aku dr awal itu baik, tapi jika kamu masih memilih untuk menggunakan konsep berpikir kamu selama ini & kita ga sama" koreksi diri, maka selamanya hati kamu akan dikuasai amarah.
Awal aku dan lorensius memutuskan untuk serius saling mengenal, ia terbuka tentang mantan"nya termasuk kamu yg juga adalah impalnya. Masa lalu ga bisa diubah, yg penting kedepannya seperti apa. Tiba-tiba kamu nongol dgn sms yg mengindikasikan keakraban. Coba kalau posisi kita dibalik, apa kamu ga bertanya" kenapa mantannya masih sok akrab gitu? Lalu berikutnya kamu melakukan hal yg sama lagi dan waktu itu dia ngomong kasar ke kamu dan aku akhirnya kirim pesan via Fb ke kamu. Melalui pesan itu aku berharap kalian jgn saling sakit hati krn kalian adlh saudara. Tapi ternyata kamu menanggapi bahwa aku sok akrab dan sok menasehati. Seperti kata pepatah, niat baik ga selalu direspon dengan baik oleh orang lain. Kedepannya, tingkah kamu sering menjadi permasalahan diantara kami. Sampai aku pernah bilang ke Loren, mungkin kamu menyesal berpisah dgnnya dan meminta dia kembali menanggapi kamu. Tapi dianya ga mau dan ga suka dgn omonganku itu. Awalnya aku berpikir kalo aku yg terlalu cemburu, tapi lama kelamaan aku merasa ada unsur kesengajaan bahwa kamu memang mencari gara" denganku. Untuk alasan apa, itu yg aku ga ngerti. Aku berpikir Lorensius itu bukan siapa" kamu lagi jd aneh aja kalo kamu berharap dia bisa memperlakukan kamu seperti dulu & siap mendengar semua keluhan kamu, apalagi kata dia kamu udh pnya cowo bahkan mo nikah jg. Kenapa sharingnya ga sama cowo kmu aja? Dan dia jalan denganku, jd aku berhak untuk tidak suka jika ia meladeni kamu. Jika karena kamu menganggap dia sbg abang sehingga sering kontak dia, aku berpikir lagi, adik mana sih yang ga memikirkan kebahagiaan abangnya? Kenapa malah menyulut kesalahpahaman dalam hubungan yg sedang dijalani abangnya tsb. Apalagi sampe ngajak STM-an??
Jadi aku menyimpulkan bahwa kamu mngkn masih ada rasa ke dia tp ga diakui oleh egomu atau kamu perempuan egois yg masih ingin menuntut apa yg tdk menjadi haknya lagi. Karena terganggu oleh sikap kamu, mkny aku tanya ke kakak siapa kamu sebenarnya dan apa hubungan kamu dgn lorensius. Dan aku berani bertanya krn saat itu hubungan kami udh pd tahap memang berpikir untuk menikah.
Lalu setelah orangtua kami bertemu dan loren juga sepertinya jenuh jika kami harus terus berselisih karena kamu, makanya dia meminta bibi untuk menjelaskan siapa kamu dan bagaimn posisi kamu dan loren juga akhirnya jg blg ke kamu kan tuk ga usil lagi hingga akhirnya FB kami kamu blokir.
Jadi Loren ga pernah jelekin kamu ke aku ataupun ke bibi seperti yg km smskan ke dia itu. Justru sikap kekanakan kamu yg membuat semuanya jd seperti ini. Karena kamu ga bisa menghargai keberadaan orang lain yg dlm kasus ini adlh aku. Dan aku ga pernah nuduh kamu yang engga". Kenapa aku bilang kamu jangan merendahkan diri kamu sendiri, krn menurut aku hanya (maaf ya) perempuan rendah yg hny memikirkan diri sendiri tnp memikirkan perasaan perempuan lain. Dan kenapa sampai perkataan itu muncul krn kamu yg memulai saat aku btanya baik" apakh msh ada barang atau uang kamu di loren tp jawaban kamu sengaja berusaha mbuat aku kesal.
Kenapa aku bilang kamu berusaha jelekin aku ke Loren; waktu menerima pesan FBku kenapa kamu ga langsung aj blg ke aku bhw aku sok begini atau begitulah tp malah memilih mengatakan hal tersebut ke loren. Kenapa kamu merasa aku sok ikut campur saat mengkomen pesan dindingmu ke Loren? Wajar kan henny aku melakukannya karena dia pasanganku dan kami menjalani hubungan serius bukan hanya sekedar kencan buang waktu. Bahkan waktu telpon kemarin aja jelas kamu terus menyalahkan aku dan saat loren membelaku kamu pun akhirnya membenci dia juga. Jika aku bertanya kpd loren kenapa kamu telpon dia lagi lalu dia menjelaskan tentang uang kamu itu ke aku, itu adalah hal wajar karena kami berkomitmen mau menikah jd emang harus slg terbuka kan? Dan tentang sms yg meminta nmr rekening itu adlh kata" dr Loren, bukan aku. Awalnya aku mo pake kata" yg sopan, tp loren bilang ngapain terlalu berbasa-basi makanya akhirnya kami kirimlah sms itu. Jd jangan pernah mengatakan aku ga tau sopan kalo km ga tau kejadiannya.
Malam itu, setelah kami membaca sms kamu, aku yg blg ke Loren tuk telpon kamu. Sampai pusing cari pulsa dimana krn kebetulan pulsa dia habis. Tujuannya supaya masalah ini jgn berkepanjanganlah & kamu ga perlu bawa" ketiadaan ortu kamu lagi ke masalah yg awalnya sepele itu tp akhirnya jd besar. Tapi dr awal sampai akhir kamu mengumbar kemarahan kamu dan ga ngasih orang kesempatan tuk bicara. kamu berharap Loren mengerti pribadi kamu, tp ga semua org bs ngertiin kamu. Ada kalanya kamu jg hrs mengerti orang lain. Hingga akhirnya aku pun kesal dan emosi.
Kalau dari awal kamu ga main" & ga cari gara" ke aku semuanya ga jd ky gini kan? Kalau kamu bersikap sopan tentu aku akan menghargai kamu. Tapi kamu bilang ke Loren klo aku yg ga sopan, padahal cara omong kamu ke aku kemarin jauh dr sopan.
Sampai saat ini aku benar" bingung kenapa kamu semarah itu ke aku dan Loren yg buntutnya kamu merasa diperlakukan tidak baik dan jd orang paling terluka padahal kamu yg awalnya melukai kami dengan cara kamu yg kamu bilang hanya main" itu.
Aku menulis semua ini krn Tuhan masih melembutkan hatiku. Dulu Loren pnah bilang sejak ortu km ga ada, bibi lah yg kamu anggap sbg ortu. Krn itu, slama ni wlpn jengkel aku ga mau konfrontasi scr langsung krn aku ga mau
kamu ga nyaman jk kita harus bertemu atau jk kamu membutuhkan bantuan
bibi. Terus terang, dengan perbuatan kamu minggu lalu itu aku ga mo tau soal itu. Kamu mo gimana bahkan hancur sekalipun itu bukan urusanku. Tapi aku ga mo munafik ky org farisi yg mengaku ber-Tuhan tp kelakuannya minus bahkan menyakiti orang.
Henny, aku bukan tipe orang yg suka ikut campur dan tidak suka cari gara" sperti yg km blg di telpon wkt itu, bahkan aku cenderung cuek dgn urusan orang lain. Tapi Loren bukan orang lain, dan jika batas kenyamanan aku diganggu tentu saja aku akan melawan dan aku harus menang selama aku merasa aku benar dan tidak mengganggu orang lain. Dan aku ga pernah merasa mengganggu kamu atau mengambil apa yg jd milik kamu.
Dengan tulisan ini aku berharap akan ada hal baik yg terjadi. Dan kalau kamu semakin ga suka dgnku krn tulisan ini, ngomong aja langsung ke aku. Jangan seperti sebelumnya, kamu ga berani ngomong baik" ke aku tp malah marah" ke Loren. I believe that you a dult enough to face it all as a woman.